Nov
04

7# Pentingkah “MOTHER ORGANIZED” ?

Hello, para orangtua yang kreatif, sebagai orang tua, kita selalu fokus terhadap anak kita. Kita selalu memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anak kita, dari makanan yang di konsumsi nya, pelajaran yang dia terima dan lingkungan yang dia hadapi. Kadang kita sampai lupa akan waktu, begitu kita buka mata, kita sibuk seharian dan begitu kita ingat, tau-tau sudah malam hari, dan waktu pun sudah berlalu 1 hari…

Dan beberapa pekerjaan yang untuk kita jadi akan tertunda, seperti mengantar kucing kita ke salon, atau mengambil cucian di laundry yang sudah di selesaikan bulan lalu, mengambil baju dari penjahit langanan kita. Karena hal itu bisa di tunda dan semakin di tunda, kita akan semakin lupa terhadap hal tersebut.

Hal paling ampuh adalah “MOTHER ORGANIZED” mother organized adalah sejenis cacatan harian yang isinya mengenai jadwal yang harus di kerjakan oleh seorang Bunda. Biasanya akan di rencanakan atau di rancang pada hari minggu, dan jadwal yang di rencanakan adalah satu minggu penuh.

Pertama-tama Bunda harus memprediksi dan menghafal kerjaan selama satu minggu dulu. Kemudian mulai dengan menulis jadwal sehari dahulu..

Misalnya,

Senin Pagi,
Jam 6.30    Memasukan cucian ke mesin cuci
Jam 6.45    Membuat sarapan
Jam 7 .00  Bangun kan Shella
Jam 7.45    Mengantar Shella ke sekolah
Jam 8.15    Ke pasar
Jam 8.50   Bangunkan Filbert
Jam 9 .00  Mengangkat cucian dan menjemur
Jam 9.30  Mengantar Brian ke tempat les melukis
Jam 10.15 Mengambil baju dari penjahit ( Mrs X )
Jam 11.00 Jemput Filbert
Jam 11.15  Membuat makanan siang
Jam 12.00 Jemput Shella dari sekolah

Siang
Jam 1.00  Mengantar Filbert ke sekolah
Jam 1.30  Shella tidur siang
Jam 2.00 Membersihkan rumah
Jam 3.00 Bangunkan Shella dan mengantar Shella ke les Ballet
Jam 3.30 Jemput Mio dari salon lalu jemput Filbert dari sekolah
Jam 4.00 Membawa Filbert ke taman bermain
Jam 5.00 Menjemput Shella
Jam 5.30 Temani Shella dan Brian Mengerjakan pr
Jam 6.30 Membuat makan malam (Anak-anak tetap mengerjakan pr)

Malam
Jam 7.15  Makan Malam
Jam 8.00 Waktu keluarga
Jam 9.00 Anak-anak tidur

Buatlah jadwal dari senin sampai sabtu, jika minggu ada jadwal, buat juga. Dengan begitu, bunda-bunda akan jelas dengan kerjaan dan bisa membagi waktu dengan baik, sehingga waktu yang tidak terpakai, tidak akan terbuang sia-sia.

Salam hangat dan harmonis selalu..

Papi TiJe

Share

Oct
01

6-a# Tips and Triks Agar Mengurangi Sifat Anak yang Melawan

Hello, orang tua yang kreatif, semakin hari tak sadari anak sudah mulai masuk sekolah, liburan pun sudah lewat, senang nya melihat anak kita bersekolah. Dia akan pulang dan bercerita tentang keadaan sekolahnya, dia akan meminta bantuan kepada kita bagaimana pekerjaan rumahnya diselesaikan.
Memang masa-masa itu adalah masa-masa bawelnya anak kita, tapi bagaimanapun juga kita sebagai orang tua di harapkan tidak boleh merasa terganggu atas semua cerita dan pertanyaan anak-anak kita.

Berikut ini adalah tips, agar anak taat dan menurut apa dengan orang tua :

1. Untuk membesarkan anak yang sehat dan bahagia, ajarilah anak untuk mencintai dan menyayangi dirinya sendiri.

2. Luangkan waktu yang berkualitas setiap hari.

3. Jadilah pendengar yang baik. Hal ini bukanlah hal yang mudah bagi orangtua.

4. Seringlah tertawa, sebab kegembiraan itu menular!

5. Berilah pengakuan dan penghargaan yang tulus dan mempunyai kekuatan untuk mengubah!

6. Disiplinkan anak dengan hormat. Ajarkanlah anak turut bertanggung jawab atas tugas-tugas rutin dalam rumah tangga.

7. Berilah ruang bagi putra-putri Anda untukmelakukan kesalahan.

8. Jalani hidup Anda dengan nilai-nilai yang pasti: kejujuran, tanggung jawab, dan semangat saling membantu.

9. Fokuskanlah perhatian Anda pada hal-hal yang berjalan benar.

Salam hangat dan harmonis selalu..

Papi TiJe

Share

Aug
26

1. Diskusi – Umur berapakah seorang anak Balita boleh ditinggal terpisah dengan orang tuanya?

Hello, orang tua yang kreatif, sebagai orang dewasa, kita kadang kita ada pekerjaan atau kadang-kadang urusan yang menyebabkan kita harus keluar kota selama beberapa hari. Dan sering kali kita tidak bisa membawa anak kita yang masih balita, karena ada berhalangan dengan jadwal sekolah nya atau beberapa hal. Pastinya ada rasa merasa bersalah ingin tetap disini saja dan mengorbankan perkerjaan, tetapi yang namanya pekerjaan tetap pekerjaan, tidak bisa kita tinggalkan begitu saja.

Disini, mari kita berbagi dan membahas dalam topik :

Umur berapakah seorang anak Balita boleh ditinggal terpisah dengan orang tuanya?

Share

Aug
13

6# Anak Melawan Orang Tua ?

Hello, para orangtua yang kreatif, kemaren sore ada seorang bunda bercerita kepada saya. Dia mengatakan, anak nya Fricil kecil, baru memasuki sekolah taman kanak-kanak nya di tahun pertama. Tapi selama beberapa bulan terakhir ini, Fricil kecil ini jadi sangat suka membantah. Disuruh ngapa2in pasti dia akan mengelak ataupun menunggu dulu, tidak langsung di kerjain lagi. Ataupun kadang-kadang, dia melakukan kesalahan, ketika di nasehatin, dia malah melawan dan tidak mau mengakui kesalahan nya.

Bunda pun merasa bingung, kenapa Fricil kecil menjadi seorang pembangkang, sedangkan dari kecil, Fricil anak yang selalu mendengarkan nasihat orang tua nya, dan jika disuruh, selalu segera mengerjakan nya. Fricil kecil juga seorang anak yang mandiri, jika sudah bermain, selalu membereskan barang nya sendiri. Bunda pun bertanya kepada saya, apakah Fricil ku ini jadi pembangkang karna saya kurang kasih perhatian? Atau apakah karena perngaruh lingkungan baru nya?

Kedua pertanyaan itu benar bisa mempengaruhi perubahan sikap anak anda. Mungkin saja di karenakan kurang nya perhatian anda sebagai orang tua kepada anak anda, karena anak pada usia balita, sangat membutuhkan perhatian penuh, dimana dia sedang proses belajar dan ingin tau. Orang tua tentu saja harus mengenal lingkungan nya yang baru ini, ajari dia bagaimana memposisikan dirinya.

Lingkungan barunya jelas bisa merubah sikap Fricil kecil menjadi pembangkang, karena bisa saja ada teman nya pembangkang, dan keika dia melihat  hal tersebut, menjadi hal positif dimata si kecil. Karena tentunya dia merasa lebih senang, dia merasa lebih puas, karna dia bisa melakukan pekerjaan yang dia senangin lebih lama.

Sebagai orang tua pasti merasa kecewa terhadap buah hati yang selama ini dia manjaiin, ternyata menjadi suka melawan. Tapi jangan khawatir, itu bukan hal yang fatal, justru disinilah peran orang tua harus lebih konsentrasi terhadap anak nya. Kadang kita secara tidak sadar,  terlalu fokus terhadap kegiatan kita dan melupakan kewajiban utama kita sebagai orang tua. Kita memang tidak melepas diri dari kegiatan orang tua, tapi kita lupa akan memberikan kesempatan kepada anak kita untuk bercerita dan buat kita hanyut dalam dunia dia.

Orang tua jangan langsung emosi, gunakan akal sehat. Ajak anak anda berkomunikasi, jika dia mengelak, jangan langsung emosi, tapi layani dia, jika dia sedang bermain game, temani dia bermain game, sampai dia ingin berhenti dengan sendiri-nya. Setelah itu, dia pasti akan sangat gampang untuk di ajak bicara, karena dia sudah merasa puas, apa yang ingin dia lakukan sudah selesai. Kemudian, ajak dia berkomunikasi, beritahu apa yang dia lakukan itu kurang benar, karena dapat menghabiskan waktu terlalu banyak. Jangan pernah langsung memarahi nya, karena itu akan berakibat fatal, karena anak akan malah makin melawan.

Salam hangat dan harmonis selalu..

Papi TiJe

Share

Jul
11

5 -a# Tips And Triks Merancang Liburan Bermanfaat

Hello, orang tua yang kreatif, jika mendengar kata liburan, pasti orang tua mulai mencari akal agar liburan tersebut menarik, kemudian berusaha sebisa mungkin agar liburan tersebut bermanfaat. Tetapi sering sekali orang tua mensalah artikan kata bermanfaat tersebut. Orang tua mengira jika waktu liburan tersebut diisi dengan penuh, maka itu di artikan waktu liburan nya di manfaatkan dengan semaximal mungkin.
Dan itu SALAH BESAR.. Memang betul, waktu yang ada di habiskan seluruhnya, tapi waktu yang ada, tidak di manfaatkan dengan lebih bermakna. Waktu yang di manfaatkan agar lebih bermanfaat adalah waktu di manfaat kan memiliki sesuatu yang berkesan.

Beberapa kategori liburan yang bermanfaat adalah :

1. Liburan ilmiah
Liburan ilmiah ini adalah dimana kita sebagai orang tua mengajak anak kita melakukan kegiatan yang sekaligus bisa mengajak anak kita belajar. Seperti mengunjungi museum, kebun binatang atau pun kesuatu tempat yang memiliki nilai ilmu pengectahuan dan nilai-nilai sejarah yang menarik.

2. Liburan kreatif
Liburan kreatif ini mengajak anak kita menjadi lebih kreatif seperti mengajak mereka mengikuti art and craf club atau mengajak mereka bermain sesuatu, tapi terlebih dahulu, ajari cara pembuatan nya dulu, agar dia menjadi lebih kreatif.

3. Liburan sosial
Jenis kegiatan liburan ini biasa sangat di hindari orang tua, karena takut membawa pengaruh negatif terhadap anak nya. Ajak anak anda ke panti jompo atau ke panti asuhan, jika merasa terlalu berat, ajak anak anda untuk melihat acara donor darah atau segala sesuatu yang berjiwa sosial. Ini juga dapat membantu membentuk jiwa sosial anak kita .

4. Liburan petualangan
Liburan petualangan adalah liburan yang paling seru di antara liburan lain nya, di mana anak dan orang tua bisa berpetualang dan memiliki pengalaman-pengalaman menarik lain nya. Mempelajari budaya baru, melihat pemandangan alam baru dan masih banyak lain nya

5. Liburan super-aktif
Anak-anak adalah pribadi yang paling aktif, maka kita pun bisa mengarahkan dan menyalurkan energinya. Liburan ini adalah liburan paling hemat, bagaimana cara nya bisa memiliki liburan hemat ini?
Cara nya adalah, ajak anak anda mengerjakan kegiatan rumah, seperti mengajak dia membersihkan rumah bersama, memasak bersama, mencuci mobil bersama, kelihatan nya simple, tapi ketika di ajak melakukan hal ini, anak pasti akan merasa bahagia, karna selama ini, anak-anak selalu ingin merasakan kegiatan yang dilakukan orang tua nya.

Salam hangat dan harmonis selalu..

Papi TiJe

Share

Jun
20

5# Rancang Liburan Anak Menjadi Lebih Bermanfaat

Hello, orang tua yang kreatif, masa liburan hampir tiba, waktu anak-anak bermain jadi bertambah banyak, tapi kegiatan sehari-hari kita tetap sama, satu-satunya cara orangtua agar masih bisa tetap mengontrol kegiatan anak-anaknya adalah membawa anak-anaknya berliburan keluarga, sehingga orang tua juga bisa beristirahat bersama-sama.

Kemaren ada Ibu Mandy bertanya kepada saya, “bagaimana supaya liburan anak saya bermanfaat? Karena tahun ini saya harus bekerja full time. Suami saya harus bertugas keluar kota, dirumah cuma ada Baby sister.Dan sangat tidak memungkinkan saya membawa anak saya pergi bekerja tiap hari tapi saya bisa saja menitipkan anak mereka. Tapi pepatah mengatakan bahwa “waktu adalah hal yang tidak bisa dibeli.”, saya pun menjadi khawatir waktu anak mereka menjadi habis tidak berguna.”

Memang hal tersebut menjadi konflik bagi seorang Ibu, ingin tetap bersama anak-anaknya tetapi juga harus bekerja. Jadi nya orang tua menjadi kurang konsentrasi dalam bekerja.

Bagaimana kita mempersiapkan liburan anak kita agar di habiskan lebih berguna? Semua orangtua pasti berpikiran hal yang sama, ingin mempergunakan waktu liburan untuk menambah pengetahuan anak-anak nya. Orangtua berusaha mencari kegiatan dimana bisa membuat anaknya senang, tapi juga mendidik.

Tidak selamanya belajar harus diluar rumah, belajar juga boleh di dalam rumah. Harus sering berganti-gantian, agar tidak cepat bosan. Ajari anak untuk memahami semua materi dari lingkungan sekitar. Berikan dia kegiatan-kegiatan menarik yang berguna dan dapat melatih kreativitas. Beberapa permainan yang memiliki edukasi, pilihlah mainan puzzel dan blocks ketimbang pedang-pedangan. Pilihlah bermain Edu-Games ketimbang bermain game yang memiliki unsur kekerasan.

Ketika dia liburan, jangan biarkan dia menghabiskan waktu malam nya sia-sia, ajak dia membuat makan malam bersama ataupun ajak dia membantu pekerjaan anda . Jika sudah selesai, ajak mereka untuk bersantai bersama. Usahakan maximalkan waktu yang ada dan biarkan dia menghabiskan setiap waktu dengan berguna.

Ajak dia menghabiskan banyak waktu di toko buku ketimbang menghabiskan waktu di toko mainan. Ajak dia berbelanja di pasar tradisional, berikan di pengalaman-pengalaman yang belum dia dapatkan. Walau kita tidak bisa mengontrol kegiatan nya, tapi setidaknya, setiap ada jedah sedikit, sapa lah dia yang sedang bermain dirumah. Agar dia tetap ingat untuk melakukan kegiatan nya sesuai dengan yang kita berikan..


Salam hangat dan harmonis selalu..

Papi TiJe

Share

Jun
13

4 -a# Tips And Triks Mengurangi Anak Manja

Hi, orang tua yang kreatif, pusing dengan anak manja? Kemana-mana selalu ingin temanin, mau apa-apa, maunya di ambilin ataupun di bantuin. Bahkan kadang ke wc saja mau minta di temani, karna terlalu manja dan dia menggunakan alasan takut. Dan dengan alasan takutnya, dia menjadi berimajinasi bahwa ada makhluk-makhluk yang menyebabkan ketakutan tersebut.

Sebenarnya semua hal itu hanya alasan yang dia buat-buat agar selalu di perhatikan. Ini bukan hal yang tidak wajar, sebenarnya hal ini terjadi di karenakan kebiasaan yang di berikan oleh orang tuanya, orang tua yang terlalu menyayanginya sehingga membuat dia menjadi kurang mandiri. Dan selalu bergantung terhadap orang tuanya.

Apa yang harus dilakukan Anda sebagai orang tua untuk mengatasi anak yang manja?

* Orang tua harus mempunyai kemauan untuk tidak lagi memanjakan anak. Perilaku manja salah satunya karena selama ini apa saja yang mereka  inginkan selalu dituruti.
* Mulailah untuk tidak memanjakan anak dan  ajarkan hidup mandiri dari hal-hal yang kecil. Misalnya biasakan anak  mengambil baju seragam sendiri, mengambil makan atau minum sendiri.
* Tindakan untuk tidak memanjakan anak seharusnya juga dilakukan oleh  orang tua atau pengasuh yang lain, tidak hanya oleh satu orang saja.
* Komunikasilah dengan anak, bahwa seharusnya untuk usia saat ini  mulai mempunyai tanggung jawab. Jelaskan mengenai prioritas, bahwa  tidak semua yang diinginkan harus terpenuhi.
* Jika anak masih mengabaikan perintah orang tua dengan merengek atau  menangis, berikan pengertian bahwa tindakan itu tidak benar. Berikan  pelukan dan dukungan untuk menenangkan anak.
* Orang tua harus konsisten untuk tidak memanjakan anak, tidak hanya satu atau dua hari saja lalu kembali memanjakan mereka.
* Berikanlah pujian jika anak tidak lagi merengek saat meminta  sesuatu, sehingga anak mengerti bahwa orang tua senang saat dia mulai  berubah.

Usahakan untuk tidak selalu ingin memanjakan anak anda, jika dia ingin meminta ini itu, usahakan untuk tidak terlalu mengikuti nya. Berika hadian dan hukuman yang setimpal, jika dia tidak melaksanakan sesuatu yang baik, jangan bernah segan-sengan untuk tidak mengikuti kemauan nya, jika dia melakukan sesuatu yang baik, maka berikan hadiah yang sesuai..
Sehingga dia bisa membedakan mana yang seharusnya dia lakukan dan mana yang tidak seharusnya dia lakukan.

Salam hangat dan harmonis selalu..

Papi TiJe

Share

Jun
03

4# Mengapa anak suka Manja? Bagaimana jika sikap itu dibawa terus?

Hello, orang tua yang kreatif, anak manja biasanya selalu menuntut perhatian lebih dan menuntut agar segala kebutuhan/keinginannya terpenuhi. Bila dalam kelompok teman sebaya anak selalu ingin diperhatikan karena dirumah terbiasa diperhatikan orang tuanya. Kemanjaan dalam banyak kasus muncul akibat perhatian dan kasih sayang orang tua yang berlebihan.

Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli, anak yang terlalu dimanja cenderung akan mempunyai masalah disepanjang hidupnya karena ia akan mengalami hambatan penyesuaian diri dalam pergaulan dan kelak akan sulit bekerja sama dengan orang lain. Selain itu memanjakan anak akan berdampak pada pertumbuhan karakter anak yang selalu berusaha merebut kasih sayang orang tua dan cenderung “menaklukan” kedua orang tuanya untuk memenuhi segala keinginannya. Karena faktor inilah dalam diri akan selalu tumbuh perasaan cangung ketika bergaul dengan orang lain, karena segala keinginan anak biasa terpenuhi. Ia merasa bahwa seluruh orang tua di dunia ini diciptakan hanya untuk melayani dan membahagiakan dirinya.

Disamping itu anak manja juga akan menemui kegagalan dalam menata kehidupan rumah tangga kelak. Anak manja terbiasa menggantungkan diri pada keluarganya tanpa berupaya dengan inisiatif sendiri. Ia terbiasa menerima, tetapi tidak terbiasa memberi. Oleh karena itu anak manja biasanya akan tumbuh menjadi sosok egois dan peminta-minta tanpa upaya sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.  Akibatnya, anak manja tumbuh sebagai sosok egois, selalu bimbang, berkepribadian lemah dan tidak mampu menentukan pilihan.

Karena itu, kenali 10 tanda perilaku anak di bawah ini, dan segeralah bertindak untuk menanganinya.
1. Mereka menangis dan berteriak bila ingin sesuatu.
2. Suka merajuk sambil terlentang di lantai dan tak mau bangun.
3. Sering marah dan bahkan memukul anda ketika anda menghukumnya
4. Mengabaikan pertanyaan anda.
5. Bersikap kasar pada orang dewasa dan anak-anak lainnya.
6. Menolak berbagi mainan atau perlakuan tertentu dengan anak lainnya.
7. Suka pamer, dan menjadi pusat perhatian diantara kelompoknya.
8. Selalu menginginkan yang dimiliki orang lain. Bila telah berhasil memilikinya, mereka selalu menginginkan sesuatu yang baru.
9. Kamarnya berantakan dan tak mau membereskannya, hingga anda mengalah melakukannya.
10. Menolak untuk tidur.

Orang tua harus segera sigap menangkap perilaku anak yang seperti ini.

Salam hangat dan harmonis selalu..

Papi TiJe

Share

May
23

3 -a# Tips membantu mengurangi anak yang suka merengek.

Hello, para orangtua yang kreatif, tak jarang jika kadang di tempat umum ada anak yang menangis dengan kencangnya dan anak itu tidak mau berhenti sampai orangtuanya memberikan apa yang dia mau. Dan tak heran pula begitu anaknya mulai merengek, orangtua nya karena takut malu, pun segera mengabulkan permintaan anaknya tersebut.

Sebenarnya orangtuanya tidak ingin mengabulkan permintaan anaknya, tapi karena takut malu, dia pun segera mengabulkan permintaan nya sehingga anaknya tidak merengek lagi, apalagi di tempat umum. Dan kelakuan anaknya semakin hari semakin menjadi, karena dia merasa dengan begitu, semua keinginan nya pasti akan di turuti oleh orang tua. Dan hasilnya, merengek akan menjadi tabiat buruk yang akan dibawanya sampai nanti.

Beberapa tips untuk merubah anak yang suka merengek.

1. Jangan langsung menuruti kemauan anak anda jika sedang merengek.
Jika dia merengek, orangtua jangan langsung lemah, tapi usahakan orang tua tetap pada pendiriaannya dan jelaskan kepada anaknya hal yang dia minta itu pantas atau tidak dia dapatkan.

2. Ajarkan dia ber-komunikasi dengan efektif.
Ajarkan anak anda agar dia meminta sesuatu dengan baik-baik, ajarkan bahwa komunikasi yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula.

3. Penuhi kebutuhan dasar anak anda.
Jangan lalai dalam memberikan kebutuhan dasarnya, berikan makan yang cukup dan pada waktunya, biarkan dia tidur cukup juga. Pastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi dulu, ini juga dapat mengurangi anak yang merengek.

4. Berikan perhatian yang cukup.
Berikan perhatian yang cukup walau anda tidak berada di sebelahnya 24 jam, tapi sering-sering berkomunikasi, walau cuma lewat telepon atau setidaknya menanyakan kabar dia sesering mungkin.

5. Berikan penghargaan jika dia meminta dengan sopan.
Jika dia meminta sesuatu dengan sopan dan barang itu memang adalah barang yang memang pantas mereka dapatkan, segera berikan. Dan ingatkan mereka, jika ingin memiliki sesuatu harus memintanya dengan sopan.

6. Orangtua harus tegas kepada anaknya.
Jika tidak memperboleh mendapatkan sesuatu tidak boleh mereka miliki, kita harus tegas menunjukan kepada dia bahwa barang itu memang tidak diperlukan.

7. Alihkan konsentrasi anak anda.
Saat anak meminta sesuatu sambil menangis, jelaskan rengekannya itu tidak akan berhasil Anda hanya mau mendengarkannya jika dia menggunakan suara biasa. Bila cara tersebut tak berhasil, tak ada salahnya Anda mengalihkan konsentrasinya pada hal lain yang menarik perhatiannya.

Untuk melakukan hal tersebut, orangtua disarankan untuk menghabiskan waktu lebih banyak untuk bersama, misalnya membaca buku bersama, memasak bersama, atau melakukan kegiatan-kegiatan lain yang disukai anak. Ini dilakukan karena dapat mempengaruhi psikologi dan kedekatan ibu dan anak.

Salam hangat dan harmonis selalu..

Papi TiJe

Share

May
04

3# Anak Anda Suka Merengek ?!

Hello, para orangtua yang kreatif, kadang kita tidak menyadari, kita mendengar anak merengek adalah hal yang biasa, tapi sebagian dari orangtua akan tetap merasa sangat terganggu dan “pusing” terhadap rengekkan anak kita itu.  Anak kita biasanya merengek ketika ingin meminta sesuatu atau merasa adanya ketidak adilan dalam menerima sesuatu.
Mungkin dia tidak bisa mengungkapkan bahwa itu adalah hal yang tidak adil, tapi dalam diri dia, dia merasa itu adalah sesuatu hal yang tidak seharusnya terjadi. Atau bisa saja, rengekan itu memiliki arti dia ingin di perhatiin, kadang setelah kita kerja, kita lupa memberikan perhatian kepada anak kita, hasilnya anak kita merasa ada kekurangan dan ke tidak adilan antara kasih sayang anda kepada dia dan kesibukan anda dengan kantor anda.

Anak merengek hanya memiliki dia merasa sedang tidak pada kondisi stabil. Untuk kita sebagai orang tua harus pintar menyikapinya, bukan dengan cara memarahi nya atau memaksa dia untuk mengeluarkan apa yang ada di dalam pikiran mereka. Terus terang itu hanya akan menambah beban mereka dan akhirnya mereka menjadi terus menangis dan kita semakin susah untuk menenangkan mereka.

Beberapa langkah yang digunakan untuk mengatasi anak yang sedang merengek:
1. Tenangkan dia denggan sentuhan .Ketika dia baru mulai merengek, jangan di marahi atau di paksa untuk mengatakan kemauannya, tapi ajak dia untuk mendekati anda, duduk disebelah dia ataupun pangku dan peluk dia, kemudian coba untuk tenangkan dia, agar tidak menangis lagi.

2. Alihkan perhatian dia, agar dia merasa tenang. Setelah agak berhenti menangis, berikan dia secangkir air minum atau tawarin dia makanan, agar dia tidak memikirkan permasalahan tersebut.

3. Jadilah pendengar yang baik. Setelah dia sudah tenang, ajak dia untuk berbicara mengenai masalah yang menjadi kendala nya. Jadilah pendengar yang baik, semua yang di ungkapkan oleh anak kita, harus kita mengerti.

4. Bijaksana dalam menyelesaikan masalah dia. Setelah dia menceritakan nya, hal yang paling dia harapkan adalah kita bisa membantu mereka menyeselsaikan nya. Sehingga dia tidak merasa terbebankan lagi.

5. Berilah pengertian agar tidak menangis (merengek) jika butuh sesuatu. Berikan pengertian bahwa semua hal harus diselesaikan dengan komunikasi.

Komunikasi dan  kesabaran adalah kunci utama untuk menghadapi anak yang suka merengek. Karna jika kita tidak sabar menghadapi anak kita yang sedang menangis, bukan membuat anak kita menjadi tenang, malah akan membuat mereka merasa tidak nyaman.

Dalam membangun karakter anak, sangat penting digunakan untuk pendekatan terhadap anak. Sekalipun kita terlalu sibuk dan bekerja di kantor, cobalah untuk menelepon anak anda tanya apa yang sedang dia lakukan, apakah dia butuh sesuatu atau tidak.


Salam hangat dan harmonis selalu..

Papi TiJe

Share

Older posts «